DAM Banyon, Bukti Kejayaan Masa Lalu
heri subekti 16 April 2026 14:35:09 WIB
PENDOWOHARJO---- Peninggalan masa lalu merupakan artefak yang menarik untuk dibahas. Hal itu mampu membangunkan imajinasi kita tentang bagaimana kehidupan nenek moyang kita dahulu. Salah satu peninggalan sejarah yang ada di wilayah Kalurahan Pendowoharjo dan kini masih bisa kita saksikan adalah Dam Banyon bagian bawah. Dam Banyon atau sering disebut Bendung Banyon adalah salah satu saksi bisu kejayaan rekayasa hidrologi masa kolonial yang masih berdiri kokoh di aliran Sungai Bedog. Terletak di perbatasan antara Kalurahan Pendowoharjo (Sewon) dan Kalurahan Bangunjiwo (Kasihan), Bantul, bendungan ini bukan sekadar bangunan beton biasa, melainkan sebuah monumen sejarah.
Jejak Sejarah, angka Tahun 1924
Hal paling mencolok dari bangunan ini adalah ukiran angka "1924" yang terpampang jelas di bagian atas struktur utama bendungan. Dibangun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, tahun 1924 menandai periode di mana industri gula di Yogyakarta sedang berada di puncaknya. Hal itu diperkuat oleh pernyataan nara sumber kita. Warga lokal penduduk Ngrompang Pendowoharjo, Mbah Heri suwarno alias Mbah Kawit. Meskipun usianya tak lagi muda, beliau masih bisa bercerita dengan jelas saat di temui Tim Media Sosial Kalurahan Pendowoharjo pada Jumat (10/04/26) yang lalu. "Yo sekitar tahun 1924 kui mau, bareng karo kamijoro," tutur mbah Kawit. "Pas pleret e digawe Aku iseh cilik, nek sing nemoni ya bapak," pungkas salah satu sesepuh di Ngrompang tersebut.
Terpisah, narasumber kita yang lain menceritakan fungsi bendungan tersebut. Adalah Mbah Paiman, yang lebih dikenal dengan nama Mbah Brongto, menuturkan jika bendungan/DAM Banyon kemungkinan besar dibangun oleh pemerintah kolonial untuk menunjang sistem irigasi perkebunan tebu yang luas di wilayah Bantul, yang saat itu menyokong pabrik-pabrik gula di sekitarnya (seperti Pabrik Gula Padokan/Madukismo).
Arsitektur dan Kekuatan Bangunan
Meskipun sudah berusia lebih dari satu abad, Dam Banyon menunjukkan kualitas konstruksi yang luar biasa. Material DAM Banyon merupakan material klasik. Menggunakan campuran batu kali dan beton tebal khas bangunan Belanda yang tahan terhadap gerusan arus sungai yang deras. Sebenarnya ada 3 DAM di wilayah sekitar. DAM yang paling atas dibangun era kemerdekaan, dan di pugar sekitar tahun 90an berlokasi di Padukuhan Pendowo dan dikenal dengan nama DAM Pendowo. Dan dibawahnya ada 2 DAM lagi, yang dibangun era kolonial yang dikenal dengan DAM Banyon.
Ekosistem Sungai Bedog
Sungai Bedog sendiri dikenal memiliki arus yang cukup stabil namun bisa menjadi sangat deras saat musim penghujan. Dilihat dari Fungsi Ekologi, Dam ini membantu mengatur debit air agar tidak terjadi pengikisan tanah (erosi) yang berlebihan di sepanjang bantaran sungai. Di sekitar DAM, rimbunnya pepohonan dan suara gemericik air yang jatuh dari bendungan menciptakan suasana pedesaan yang asri dan menenangkan.
Potensi Wisata dan Budaya
Kini, Dam Banyon tidak hanya berfungsi sebagai pengatur air irigasi, tetapi juga menjadi Spot Fotografi. Arsitekturnya yang vintage dengan latar belakang sungai menjadikannya lokasi favorit bagi pecinta fotografi bertema sejarah atau industrial-rustic. Disamping spot foto, DAM Banyon juga berfungsi sebagai ruang sosial. Menjadi tempat favorit warga lokal untuk memancing atau sekadar duduk santai di sore hari.
Keberadaan angka "1924" adalah pengingat bahwa infrastruktur yang direncanakan dengan matang mampu melampaui zaman. Dam Banyon bukan hanya tentang semen dan batu, tapi tentang bagaimana air dikelola untuk kemakmuran wilayah Bantul sejak puluhan tahun lalu. Sebagai warisan budaya (heritage), sudah sepatutnya bangunan ini dijaga dari vandalisme agar angka "1924" tersebut tetap bisa dibaca oleh generasi mendatang sebagai bukti sejarah pembangunan di Yogyakarta. (D13)
Formulir Penulisan Komentar
Tautan
Siades Prima Desa Pendowoharjo
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pemerintah Kalurahan Pendowoharjo Studi Tiru ke Sitimulyo Piyungan Bantul
- Pemkal Pendowoharjo Bersama Ciqal Lakukan Pemutakhiran Data Penyandang Difabel
- Sosialisasi Pelaksanaan BKK Arsitektur Khas Yogyakarta 2026 Digelar
- Agenda Hari (Jumat-MInggu, 17-19 April 2026)
- Tata Laksana Pendowoharjo Komitmen Pada Gerakan Tertib Arsip dan Sejarah Desa/Kalurahan
- Monitoring SPPG Cepit dan Kojo
- Pemerintah Kalurahan Pendowoharjo Kroscek ke Perusahaan Furniture CV. Ganesha di Padukuhan Blunyahan
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License



















